Kota Tumbuh di Atas Pohon

Kota berkembangbiak atas gairah menanam. Sudah pasti menanam tanaman paling menguntungkan. Pertimbangan untung rugi merupakan alasan yang tepat untuk menerapkan sistem monokultur. Sistem monokultur anak kandung industrialisasi membawa mesin dan efisiensi. Ia menghilangkan keaneka ragaman hayati, menghadirkan dengan cepat hama dan penyakit tanaman dan mengancurkan keseimbangan alami ekosistem dunia.

Iklan

Aku Ingin Memanggilnya Kartini

Ingatan kartini pada peralihan adalah ingatan yang haru biru lagi membangkit. Pengalaman pribadi, bersinggungan dengan rakyat, bacaan dan lingkungan keluarganya melahirkan kartini yang berbeda, kartini yang berdaya tonjok tidak seperti pada manusia ataupun bangsawan zamannya. Sebagaimana pram katakan kartini yang menjadi pemula dari sejarah modern Indonesia, pemikir modern Indonesia pertama-tama, konseptor dan salah atu pencatat sejarah dari sedikit pencatat zamannya.

Lagu dan Doa yang Terkabul

Suatu ketika si-A sedang menikmati kopi dalam tingkat khusuk, sekhusuk-khusuknya di warung kopi langganan yang bertempat ditengah-tengah sawah. Angin entah kenapa mendadak undur diri, tidak sepoi-sepoi. Warung kopi yang sedang dikunjunginya menjadi panas dan pengap.

Di pojok, group band tamu masih bernyanyi dengan lagu-lagu aduhai. Zona nyama-nya Fourtwnty selesai di nyanyikan. Tiba-tiba terdengar lagu favorit si-A, yang dulu sering di nyanyikan dengan begitu bangga dan bahagia saat bersama temennya yang berkategori itu. Dan teman berkategori itu, selalu tidak senang mendengarnya. Di suatu pertemuan dimana lagu itu tidak ketinggalan di nyanyikan. Temen yang berkategori itu berkata: “Lagu kaya gitu kamu senang banget, kamu “Ingin” banget toh “Hilang Ingatan”.

Tidak di duga-duga. Angin semilir datang. Ia nyalakan rokok kesukaanya, diam sejenak dan mendadak berkata kepada teman yang berada disampingnya. “Kata Mark twain humor adalah tragedi di tambah waktu.” Ia angkat cangkirnya dan nyeruput kopinya yang hampir habis dan tertawa terbahak-bahak. Temannya lantas celingak-celinguk, garuk-garuk kepala.

Melihat temanya bertingkah seperti itu, Si-A tidak tega, menenangkanya dengan bergumam: “Asem ih, Ket mbien aku ternyata berdoa, lewat lagu sing aku nyanyikan dan wis di kabulkan.”
Temen si-A yang mendengarkan dengan khidmat, berkata sambil ancang-ancang mengangkat gelasnya: “oalah, ngono toh, seruput sek kopimu”. Dan iapun menenggak wedang jahenya.

Pasar, Konflik dan Sejarah

Pasar sebagai ruang jual beli sekaligus gumulnya aneka macam jenis manusia, adalah ruang yang tepat untuk membayangkan dan merepresentasikan dinamika sosial yang melibatkan berbagai macam kajian bidang keilmuan. Penguraian mengenai representasi pasar yang berbasiskan pada ekonomi, lantas mempengaruhi dinamika sejarah dan budaya melalui konflik kelas, antara penguasa, pemodal dan rakyat jelata, diikhtiarkan oleh kuntowijoyo dalam novelnya berjudul pasar.