Jalan Panjang Perkaderan

Kader merupakan jenis yang kekal, yang hidupnya tidak bergantung pada umur manusia yang menyusunya.
Himpunan mahasiswa islam tidak lagi berumuran jagung atau bak anak kemarin sore, asam dan garam rasanya pernah dirasakanya. Deretan generasi dalam rangkaian masa ke masa mewarnai dan bercokol beserta karakteristriknya masing- masing, manusia – manusia terbentuk dengan muara akhir insan akademis, pencipta, dan pengabdi adalah penggerak untuk selalu menyusun, menghidupkan terus menerus cahaya perjuangan, tidak jadi masalah, dan tak mengapa ketika zaman bergerak dengan super cepat. Adalah perkaderan tidak akan mati, tidak akan mundur bahkan berhenti. Banyak dari kita, menginsyafi perkaderan harus selalu beroperasi dan memproduksi, meminjam istilah kimia,”reaksi dan reaktor” adalah proses dan ruang, hubungan tak terpisahkan, dimensi kesatuan dalam wilayah penciptaan akan sesuatu “unsur baru”. Perkaderan adalah reaksi terus menerus menjadi manusia baru, terbentuknya kesadaran dalam banyak hal sebagai manusia, manusia yang berislam, makhluk yang kolektif, manusia yang membutuhkan kebenaran, haus akan pengetahuan selalu belajar dalam hal, meningkatkan diri sendiri, manusia yang berorientasi kepada aspek transenden dengan pembumian nilai-nilai transenden dalam bentuk amal shaleh, manusia yang insyaf dengan pengetahuanya senantiasa melebarkan kerja-kerja kemanusianya.
Reaksi merupakan proses terciptanya senyawa/unsur baru (insan), membutuhkan ruang sebagai jalanya, HMI dengan susunan kepemimpinan dari pengurus besar sampai setingkat komisariat adalah tempat untuk melakukan perkaderan secara terus menerus berdasarkan tingkatan-tingkatannya. Komisariat adalah reaktor awal pembentuk produk baru, yang siap untuk menaiki tangga proses sampai kulminasi, disebarkan guna membumikan nilai-nilai ketuhanan, supaya tercapainya keadilan sosial. Maka hal-hal yang berkaitan dengan unsur –unsur penyusun produk sedemikian rupa dipersiapkan dan dipilih dengan baik dan benar, akan terjadi 3 kemungkinan ketika reaksi tidak memperhatikan unsur penyusunya yaitu produk tidak akan terbentuk sesuai yang diinginkan, produk tidak terbentuk, atau bahkan produk gagal terbentuk dan reaktor tidak mempunyai fungsi sama sekali.
Sebagaimana diatas, komisariat sebagai ruang penghidupan awal, penghasil manusia – manusia baru dalam kesadaran sudah barangtentu sangat mempengaruhi kualitas. atmosfir komisariat, perlengkapan, literatur, kebudayaan didalamnya adalah hal – hal yang harus direkayasa sedemikian rupa sebagai ruang yang nyaman dan mendukung proses penciptaan. Proses rekayasa ini dilakukan oleh aktor – aktor (pengurus) yang kemudian membentuk kebiasaan yang akhirnya menjadi kebudayaan. Oleh karena itu, out put yang berkualitas tidak hanya dilihat dari inputnya saja melainkan oleh aktor – aktor yang menciptanya, maka dari itu perbaikan perkaderan adalah perbaikan keseluruhan. Pertama, Membangun lumbung input, dengan menginisiasi pendirian komunitas dalam kampus sebagai tahapan sebelum masuk dalam himpunan, dengan proses pengembangan input dan pemantapan ikatan emosional, sehingga proses dalam ruang komisariat menjadi kondusif. Kemantapan pengetahuan, pemahaman, serta kesadaran sebagai kader himpunan dapat tercapai. Kedua, perbaikan aktor – aktor (pengurus) komisariat, semangat insan akademis agar selalu terpatri, ingin selalu belajar, memproduksi namun juga turut serta menjadi produk.
Terbayangkan, perkaderan adalah suatu proses dengan jalan panjang, tidak satu atau dua hari selesai, melainkan terus menerus, berlanjut jalanya, kekal manusianya, berani, tidak bergantung dan berwarna hidupnya. Perkaderan tidak hanya berkaitan dengan output organisasi, melainkan didalamnya terdapat proses cipta budaya, dan sifat dari kebudayaan adalah relatif lama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s