KEMBALIKAN TAMAN KAMPUS!!!

“Kampus adalah ruang tanpa sekat, ilmu pengetahuan dan pengetahuan dibicarakan lebih intensif, kebebasan menggungat dan mempertanyakan sesuatu, menyatakan pendapat dan mencari kebenaran guna mereformulasikan gagasan agar tepat sasaran, menjawab permasalahan agar sesuai kebutuhan tanpa menghilangkan unsur kemanusian, menggugah kesadaran sebagai manusia dan menciptkan manusia- manusia yang memanusiakan”.
Kampus terdiri dari ruang-ruang perkuliahan atau pembelajaran, kantor administrasi, perpustakan, laboratorium, dan taman-taman, merupakan suatu struktur (kesatuan) seimbang dan bebas untuk menunjang perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan. Kesemuanya dalam ukuran-ukuran yang sesuai kebutuhan dan fungsinya. Masing-masing bagian dari struktur membawa maknanya tersendiri, keberadaanya merupakan keutuhan dalam peng-artian kampus sebagai ruang bebas tanpa kepentingan selain upaya untuk selalu menciptkan peradaban yang beradab.
Taman bagian dari kampus adalah wahana bermain, bercengkrama, bercakap dan menghirup udara segar serta rekreasi dan merefleksikan segala sesuatu dari kejenuhan, kemonotonan, dan ketidakgairahan akan pengetahuan dan ilmu pengetahuan yang diproduksi oleh ruang perkuliahan. sekaligus sebagai tempat segala aktifitas dalam berinteraksi satu sama lain antar mahasiswa, ruang pencarian dari dialektika yang meng-alam, tanpa dinding-dinding pembahasan serta tempat produksi pembahasan untuk membawa ruang perkuliahan yang sempit dan formalistik agar lebih hidup dan menghidupkan.
Jika kemudian ruang perkuliahan hanya menghantarkan mahasiswa pada kebekuan dan kebosanan berfikir atau sebatas dialektika yang monoton dan itu-itu saja, maka taman memberikan kesegaran, kesenangan, membicarakan pengetahuan dan ilmu pengetahuan dengan bermain, bebas lepas dalam kedinginan akal budi serta argumentasi rasional sebagai pengarah unjuk pendapat tanpa pendewaan atas aktor di dalamnya, taman menjadi unsur terpenting untuk menghidupkan kembali ruang perkuliahan sebagai ruang pencarian yang mengasyikan.
Melihat taman, sama juga melihat  bagaimana metode dialektika sokratik yang ditemukan di taman-taman kota Athena sebagai upaya menyadarkan pemuda untuk tidak begitu saja percaya pada mitos dan dewa-dewa. Bagaimana dengan Akademia, Plato memberikan pengajaran dengan cara mengelilingi taman untuk memberikan pandangan belajar yang mengasyikan dan bahwa alam sekitar memberikan bahan-bahan pembelajaran, juga tempat mencari ilmu yang kemudian diistilahkan oleh kaum muslimin. Eksplanasi tersebut mengkonfirmasi bahwa sejarah mengambarkan taman beriringan dengan proses penyadaran, kemunculan pengetahuan dan ilmu pengetahuan.
Namun keluhuran taman sepertinya dengan sengaja direduksi ketika melihat realitas paling dekat tentang taman hari ini. Bagaimana taman-taman kampus dipersempit secara fisik maupun secara makna. Taman sebagai simbol keindahan, kesegaran, kebebasan, dan kecerian kini direnggut para pemangku kebijakan kampus, taman kampus semakin menyempit dan berubah wajah menjadi barisan kendaraan bermotor yang sangar dan berdebu. Pernyempitan atas taman sejatinya merupakan model baru pengekangan kebebasan mahasiswa dalam mengekplorasi, mengungkapkan pendapat dan belajar dalam keceriaan, juga mematikan motor penggerak ruang perkuliahan. Kondisi semacam ini menjadi cukup bukti ketidakberpihakan kampus sebagai institusi pendidikan tinggi kepada pengetahuan dan ilmu pengetahuan. Pasal Pertama Tri Dharma Perguruan Tinggi, soal pendidikan dan pengajaran telah sengaja dilanggar dengan mempersempit ruang taman yang berujung pada pendangkalan makna taman yang luhur. Maka sesungguhnya, mengembalikan taman adalah mengembalikan keindahan, kesegaran, kebebasan, dan kecerian serta merupakan upaya agar kampus sesuai dengan fitrahnya, sebagaimana disebutkan pada bagian awal himpunan aksara ini.

*Hamdan Wijaya
Bidang Riset dan Pendidikan Politik Partai KITA

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s