Kenangan Dunia sophie

Perjumpaan, kebersamaan, perpisahaan menjadi semacam pengingat, bahwa kita pernah mencipta peristiwa bersama. Membayangkan tentang kepolosan karena ada banyak bercak – bercak yang sudah kita buat, dari jarak yang sudah kentara, dari arah yang sudah dipilih, dari bacaan yang sudah berbeda. Barangkali perlu kiranya menulis, menceritakan secuil peristiwa sekedar simpanan, mengisi saku kenangan supaya tidak kosong sama sekali, serta sekedar pengingat bahwa harus ada perjumpaan yang terus diciptakan.
Melihat dunia sophie karangan jostein gaarder tergeletak diatas meja seakan sedang menyaksikan pertunjukan monolog 3 tahun lalu, plato yang diperankan si A, Aristo yang diperangkan si B, sokrates yang diperankan Si C, kaum sophies yang diperankan si D. Berbicara dalam kebebasan memaknai, memahami dengan memerankan, dan tentu dengan membaca terlebih dahulu. Pertunjukan dengan penggalan – penggalan tokoh tidak satu hari selesai, melainkan berbulan – bulan, bisa dikatakan pentas yang dihadirkan bersambung, ditempat yang tak menentu dengan penonton yang sama dengan para pemeran. Pentas dipenuhi tanda tanya tak berujung, kesunyian yang tak berkesudahan, pentas yang menjadi babak permulaan dan perjumpaan pada suasana komisariat sebagai ruang penghidupan dalam mempertanyakan, menceritakan, mementaskan diri dalam drama bertemakan pengetahuan, kebebasan, dan pencarian diri. Mungkin itu saja, ceritanya…hahhaa..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s