Sejak Hening

Deru dunia kita tahu
Bunyinya merdu
Mendayu-dayu
Singgah dalam kelabu

Manusia Menjadi sayu
Manusia menjadi pilu
Manusia menjadi layu
Manusia tak tahu malu

Bunyi dunia melenting
Soraknya menyentak
Merobohkan pemilik kain lusuh
Di rumah tanpa tuan dan puan

Senja mendadak tiba
Semua berduyun – duyun
Berkumpul Seperti burung gereja
Tapi tanpa sapa, tanpa sua, tanpa cerita.

Kertasuro, 26 April 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s