Tentang Mitos

Cerita tentang mitos saya dapati dari bukunya mohammad hatta yaitu alam pikir yunani dan novelnya jostein geider yang berjudul dunia shopie, mitos digambaran sebagai pengetahuan awal manusia dalam sejarah. Kelahiran mitos adalah tanda manusia sebagai mahkluk kreatif dan selalu ingin tahu, hal inilah yang mengindikasikan bahwa manusia selalu menjawab dan membantah pertanyaan – pertanyaan yang mereka ajukan sendiri dengan pertanyaan baru lalu muncul bantahan baru begitu seterusnya, akan tetapi kemudian meninggalkan bekas tanpa dihapus secara bersih sebelumnya, sampai pada akhirnya “bekas” ini menjadi ingatan dan warna – warni hidup yang sering diambil ketika pertanyaan ataupun gugatan tak bisa menempatkan diri pada ruang dan waktunya.
Mitos sebagai sebuah cerita, memungkinkan untuk selalu dipakai atau diceritakan dari waktu ke waktu. Mitos sebagai mana kamus besar bahasa indonesia mengartikanya yaitu cerita suatu bangsa tentang dewa dan pahlawan zaman dahulu, mengandung penafsiran asal – usul semesta alam, manusia dan bangsa tersebut mengandung arti mendalam yang diungkapkan dengan cara gaib. Dari sini dapat ditarik bahwa mitos menunjukan ketidakmampuan manusia memandang lingkungan dan kehidupan sosial sekaligus kreatifitas manusia dalam memenuhi kebutuhan akan keterangan pada sesuatu yang dilekatkan dengan metafisika padahal pandangan fisik bisa menjelaskanya. Kita dikenalkan tentang cerita kategori mitos skala dunia sampai lokal dari palu thor, obor promtheus, nyi roro kidul, nyi blorong dan mitos – mitos lain yang menghiasi waktu menuju tidur kita dulu. Namun, seiring berjalannya waktu apakah semua cerita/mitos lantas habis karena pengetahuan hadir menjawab satu persatu gelaja-gejala alam dan kehidupan sosial yang ada. Kehadiran pengetahuan berhasil menunjukan akan tetapi tidak menghapus secara bersih. Proses akumulasi atas mitos terjadi dan juga diiringi dengan mitos baru yang hadir menjawab persoalan hidup sementara waktu. Maka jelas bahwa hidup akan selalu disertai dengan mitos – mitos, lama ataupun baru. Lantas bagaimana kita memandang mitos?
Hari ini kita diselimuti berbagai macam fenomena – fenomena baru, paling dekat adalah bulan ramadhan dan lebaran. Serangkaian tradisi tahunan terjadi didalamnya seperti keramaian buka puasa bersama dengan anak yatim oleh berbagai organisasi atau institusi, baju baru, mudik dan hiruk pikuk kampung halaman (desa) yang menjadi kota (baru) dadakan. Lalu apa menariknya dari cerita mitos dan zaman modern dengan senjata ampuhnya yang diagungkan “akal”. Buka bersama dengan anak yatim dianggap sebagai manifestasi kesalehan sosial, wujud dari kepedulian dan membagikan sebagian harta yang sebenarnya tidak sepenuhnya adalah milik si pemilik serta keinginan untuk mencapai predikat orang – orang bertaqwa, maka ritus berbagi dibulan ramadahan menjadi ramai dan biasa, keramaian dan kebiasaan yang terjadi hanya pada bulan ramadhan, berhenti untuk bulan – bulan selanjutnya. Mari belajar dari tahun – tahun sebelumnya, bulan paska ramadhan bisakah kita temukan keramaian dan kebiasaan berbagi selain adanya bencana alam atau manusia. Contoh tersebut mengindikasikan bahwa kesakralan ramadhan yang hanya selesai didalamnya menunjukan bahwa kita masih memisahkan dan mengistimewakan sesuatu tanpa terus mengikuti dan memaknai sepanjang perjalanan hidup. Begitupun dengan mudik dan hiruk pikuk kampung halaman disaat lebaran, keramaian dan keistemewaanya hilang sekejap seolah tanpa bekas, pulang sebagai orientasi hidup manusia pudar dihapus oleh keriuhan hidup tanpa rekfleksi, gagal kita dalam memaknai.  Hilang welas asih dan rasa kemanusiaan kita. Mitos sebagai pengetahuan awal, imajinasi tanpa henti, ekses perjalanan manusia. hilang kesakralan ataupun kebermanfaatannya karena tanpa proses pemaknaan yang terus menerus dan selalu dipegang sebagai dasar hidup karena ketakutan – ketakuatan dalam menjalani kehidupan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s