Sepenggal Satuan Rindu

Ukuran sebagai jalan untuk membatasi, mengelompokkan, dan memahami kehidupan yang serba kompleks, bias dan tercampur secara acak. Maka sudah sepantasnya kita ucapkan terima kasih, teruntuk ukuran. Dia hadir menyibak kerumitan, membelah kepadatan dan memperanak jarak dalam kehidupan. Jadi semuanya butuh jarak dan harus berjarak biar dapat terungkap. Iya, semuanya dan harus.

Ukuran waktu dapat diketahui lewat detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun. Dia begitu dekat dengan kita, tiada celah untuk mengatakan talak, apalagi berpisah. Saking rapatnya terkadang kita lupa, tiada merasa. Seorang rasionalis-pun terkadang tak rasionalis ketika bercerita tentang waktu. Jadi tidak ada rasionalis yang kaffah dimuka bumi karena kalkulatornya terkadang tersimpan di dalam tas yang terpasang dipunggung nya. Sekali lagi tidak ada.

Waktu, sudah terang berjarak tapi masih saja menyisakan misteri. Loh kok bisa. Begini, walau satuanya berderet dan menempel dalam kehidupan. di tangan, jalan, kampus, kantin, kantor, kamar, kost, FB, Twitter, path dan Instagram apa bisa kita menghitung dan memahami? Ya Iyalah, wong pakenya “detik” ngga “menit”. Detik kan ukuran waktu. itulah istimewanya waktu, berjarak tapi seolah tiada berjarak oleh indra yang menipu tapi tidak sepenuhnya.

Siang dan malam senantiasa berganti, merombak sesuatu menjadi sesuatu yang akan tidak sama dengan siang dan malam ke-n selanjutnya. Begitulah tanda keberadaan waktu. Waktu senantiasa bergerak, menuju ke depan, bergerak melalui ketetapan, tiada waktu semakin cepat ataupun lambat, senantiasa sama nominal dan tempatnya. Berbicara waktu akan juga menyentil jarak. Keberadaan jarak hanya ditemukan dalam ruang. Maka waktu dan ruang dalam kesatuan, tanpa salah satu darinya akan tiada keduanya.

Aku yang merasakan berjarak dengan mu tentu dalam ruang yang terikat oleh waktu, mempunyai satuan dan alat ukur sebagai jalan untuk memastikan bahwa semua dalam kepastian. Tapi semacam kegilaan, setiap saat dalam kepastian – kepastian yang tercatat dan terdeskriptifkan oleh angka – angka. Pada kenyataanya semua tidak melulu soal ukuran atau sistem kepastian, karena ada banyak jalan ternyata untuk mengarungi bahtera kehidupan. Ukuran dan sistem kepastian hanya sebagian, mencerap dari apa yang nampak dalam kehidupan. Buktinya aku terlepas dari kegilaan, atas sebab berjarak dengan mu. Masih bisa menceritakan berbagai hal tentang mu. Proses bercerita ku melalui gambaran – gambaran yang pernah ku ambil ketika masih sedikit berjarak, sempat menulis angka – angka dari hasil bunyi alat ukur dan indra peraba mengfungsikan dirinya. Aku masih bisa menyusun mu yang terlepas dari indra dan rasionalitas berupa jarak dan waktu dalam sudut pandang ku. Ternyata aku bisa. Tapi aku belum bisa sampai menyusun mu ketika berada pada keadaan keduanya. Melihatmu dengan angka – angka yang menyusun dirinya menjadi bentuk yang sejenis dengan diriku dan juga bentuk yang terlepas dari itu semua atau kenyataan indrawi lainya. Bolehkah ku coba kembali, berada dalam keadaan me-rasa sekaligus meng-angka melihatmu ketika sedikit berjarak.

Kemarilah, dekatkan jarak mu dan aku akan setia menghitung waktu. Aku akan menjadi rasionalis kaffah sekaligus pe-rasa. Antarkan aku pada jalan tanpa darah dan air mata karena belum bisa menjadi keduanya. Ku lihat banyak menjadi rasionalis saja melukai semuanya dan menjadi pe-rasa saja pun lukai dirinya. Aku ingin menjadi keduanya, kemudian memberitakan pada dunia bahwa ada jalan untuk menyudahi kebisingan. Akan tetapi menjadi keduanya, aku memerlukan mu. Aku ingin menjadi keduanya, maka cepatlah, akhiri rindu. Aku ingin sesegera mungkin menjadi keduanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s