Me-MAHASISWA dan ORGANISASI

Riuh ramai kampus akhir – akhir ini, menyambut dengan ceria para pendatang baru dari negri antah berantah. Konon, negri nya tiada dalam 1001 malam ataupun mahabarata apalagi di negri digital macam disyne dan hollywod amerika. Para pendatang sering disebut maru ataupun maba. Nomenklatur spesial yang dihasilkan dari cara sederhana. Akronim namanya, yaitu proses menyingkat kata mudah dibaca dan tanpa kehilangan makna. Maru atau maba sebenarnya sama hanya letak pengambilan hurufnya yang berbeda, berasal dari dua suku kata yaitu mahasiswa baru. Selamat datang didunia penuh mimpi dan ide!!!!!!

Spanduk, pamplet dan browsur banyak beredar, berisikan selamat datang mahasiswa baru dan mari bergabung. Prosesi kedatangan dan penyambutan menandai penghuni kampus naik tahta, menjadi kakak. Ada yang baru menjadi kakak, adapula yang sudah lama, semakin banyak adeknya. Para penyambut dan penyeru untuk bergabung adalah mereka sejenis kakak – kakak yang sibuk tapi riang gembira. Senang mengadakan acara, melatih cara – cara memenegemen dan mengorganisir, mengembangkan minat dan bakat, berdiskusi setiap saat, selalu menginjak duri lalu menyingkirkanya dan menghabiskan banyak waktu diluar ruang kelas. Mahasiswa kebanyakan menyebutnya aktivis atau organisatoris. Sudah pasti sambutan dan seruanya bukan lain dan bukan tidak yaitu mengajak untuk mengikuti jejek langkahnya, beraktivitas atau berorganisasi. Aktivis atau organisatoris menunjukan dan membuka sepenunya bahwa kehidupan kampus bukan melulu di ruangan tertutup perkuliahan melainkan lebih dari itu, dimanapun dan kapanpun kuliah bisa setiap saat diselenggarakan. Universitas mengandung keuniversalan, sudah barangtentu penuh juga dengan keterbukaan dan kebebasan. Karena universitas merupakan pusat pengetahuan, pun harus diujikan agar senantiasa berkembang dan selalu terbarukan.

Mahasiswa dan organisasi bagai adam dan hawa, romeo dan juliet, dan juga zainudin dan hayati. Tak bisa dipisahkan, saling menguatkan dan menghidupkan. Coba bayangkan perjalanan adam dan hawa untuk mencari satu sama lain, perjuangan meraih restu yang dialami oleh romeo dan juliat, dan perpisahan zainudin dan hayati yang berakhir mengharukan. Begitulah kiranya. Silakan memilih, mau menjadi militan macam mereka yang berakhir romantis atau tidak sama sekali, berkampus dalam kesedihan tiada akhir karena hanya bertemu kemonoton. Kost, ruang kuliah, dan warung makan. Eh kurang satu. warung kopi, tempat bersemayamnya sumber dari segala sumber pengalih kesedihan, wifi.

Banyak cerita ataupun fakta yang penuh duka dan lara, kehidupan mantan tokoh mahasiswa, tertulis apik dalam buku – buku yang menyusun rak-rak perpustakan kampus kita. Kisah yang tak lekang oleh waktu dari negri indonesia, mereka antara lain bernama hatta, syahrir, soekarno dan tan malaka serta nama – nama lain tidak bisa disebutkan saking banyaknya. Mereka pernah jadi mahasiswa, dulu kaum terpelajar sebutannya. Silakan membacanya, mahasiswa tanpa membaca kedustaan publik tiada tara.

Mereka menyejarah karena banyak membaca, buku dan kehidupan sosial disekitarnya. Membagi, mempertarungkan dan mempraktekan gagasannya dalam dan melalui perhimpunan(organisasi)-nya sewaktu mahasiwa. Tanpa berhimpun mereka kehilangan pengelihatannya, tanpa berhimpun mereka kehilangan gairah membacanya, tanpa berhimpun mereka kehilangan alat membumikan ide – idenya. Tanpa berhimpun mereka tak bisa membuka pintu kemerdekaan indonesia dan mengisinya. Jangan bilang tanpa berhimpun kita tidak apa – apa karena melanggar pasal tentang fitrah manusia khususon mahasiswa dalam hukum alam kita. Sudah seharusnya kalian tersenyum, terima tangannya dan bergabunglah, katakan kepada kakak – kakak yang manis nan ceria. Saya siap menjadi mahasiswa, membaca dan berhimpun bersamanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s