PERLU DAN MASIHKAH HARUS KITA BELAJAR FILSAFAT?

Ketika mendengar kata filsafat, bayangan kita akan langsung pada sesuatu yang angker. Stereotif mengenai filsafat bermuatan negatif di masyarakat kebanyakan, ditandai dengan ujaran mainstream, berbunyi “membaca filsafat membuat kita menjadi gila bahkan bagi muslim bisa menjadi murtad”. Dapat kita lihat di kehidupan sosial bahwa orang – orang yang belajar filsafat dijauhi bahkan dianggap sesat. Untuk apa kita belajar filsafat, perlukah? Kalau perlu, toh pada akhirnya kita akan kehilangan identitas sebagai mahluk sosial karena dijauhi dari kehidupan sosial. Lalu untuk apa kita hidup, kalau tiada kawan.

Lain dari yang kebanyakan, adapula yang mencibir dari kalangan ilmiah sekaligus penentang kapitalisme yang seruanya menolak kapitalisme diurainya dengan komplek menggunakan kajian ekonomi yang begitu detail dalam kitab berjudul das capital, karl marx namanya. Marx bernah berujar “filosof hanya berhasil menafsirkan dunia tidak mengubahnya”. Dari sini bisa dilihat, marx sebenarnya menyadari pentinya filsafat bagi manusia, hanya saja tugasnya kini selesai, saatnya mengubah dunia atas tafsiran-tafsiran yang telah ada. Marx mengatakan hal tersebut sekitar abad 19 yang lalu. Benarkah filsafat telah selasai? Masih haruskah kita belajar filsafat kalau marx jauh hari sudah mewanti-wanti untuk segera meyudahinya.

Kemunculan filsafat

Filsafat sebagai kata dapat ditemukan pada peradaban yunani kuno, phytagoras yang mashur dalam matematikalah yang pertama kali memakainya. Philoshopia ungkapnya. Philo berarti cinta dan shopia berati kebijaksanaan. Masa sebelumnya, tradisi filsafat dapat ditemukan di yunani perihal dari mana alam semesta tercipta. Banyak tokoh yang terkenal, diantaranya adalah thales dengan airnya sebagai sumber dari segala sesuatu, anaximander dengan sesuatu yang tak terbatas, anaximenes dengan udara sebagai unsur utama dari semuanya, permenindes yang ada selalu pasti ada, dan heraklitus dengan apinya sebagai inti dari segala sesuatu yang mengalami perubahan terus menerus.[i] Filsafat sebagai sesuatu kegiatan dalam membaca alam melaju keluar dari tradisi masyarakat. Keberanian berbeda dan berfikir bebas muncul sebagai unsur terpenting dalam sejarah filsafat. Bukan hanya seputar alam saja, pun dengan manusia dan kehidupanya di pertanyakan. Sokrates dan murid – muridnya lah tokoh penting selanjutanya, pewaris semangat para pengkonsep alam awal. pengetahuan diletakan sebagai konsep penting, perbaikan diri terhadap pengetahuanya akan menghasilkan manusia sempurna. Sebagaimana pernah diucapkan oleh sokrates sendiri,” saya tahu bahwa saya tidak tahu”.

Filsafat selanjutnya mengalami perubahan pengartian namun sebenarnya bermakna tetap, plato mengartikan filsafat hampir sama dengan pytagoras. Filsafat baginya adalah semacam visi, yakni visi tentang kebenaran yang tidak hanya bersifat intelektual ataupun kebijaksanaan saja melainkan keduanya, disisipkan pula unsur cinta didalamnya.[ii] abad pertengahan filsafat dianggap sebagai pengganggu iman, akal tidak berfungsi dizaman ini. Sampai pada akhirnya muncul seruan dari rene descartes[iii], akal diletakan sebagai yang pertama, filsafat merupakan pembentangan atau penyingkapan kebenaran terakhir, dengan memaksimalkan keraguan pada batasnya.[iv]demikian filsafat dimaknai dalam setiap periodenya.

FILSAFAT DAN KITA

Filsafat merupakan hal biasa bagi makhluk yang berbudi (manusia-red). Budi atau akal merupakan syarat mutlak bagi filsafat, karenanya lah manusia terdorong untuk mengetahui lebih dari apa yang sudah diketahui. Kegiatan menyingkap semuanya yang ada atapun mungkin ada secara keseluruhan dan mendasar merupakan ciri dari berfilsafat. Maka hal yang wajar seharusnya ketika manusia berfilsafat, menjadi istimewa filsafat disebabkan oleh adanya kebiasaan yang disakralkan atau dimapankan (mitos atau dongeng) dan sifat segera lekas puas, tidak mau repot. akhirnya akal berhenti menjalankan fungsinya yang pada hakikatnya senantiasa mengalir dan terjebak pada hal-hal yang permukaan dan satu kebenaran saja. Berfilsafat berarti melawan kemapanan dan membutuhkan keberanian dan memegang kaidah logis-analitis dan  siap menerima perbedaan karena kesadaran akan kompleksitas kehidupan.

Evolusi pengetahuan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan manusia dapat dilihat berkembang begitu pesat. Teknologi salah satu bukti dari ratusan bukti yang ada bahwa perkembangan dan perubahan alami terjadi secara terus menerus, diikuti dengan munculnya problem-problem baru dan semakin kompleks. Begitu banyak istilah baru muncul akibat dari perkembangan teknologi dan pengetahuan, seperti krisis ekologis akibat pengerukan alam berlebih untuk memenuhi kebutuhan teknologi terbaru, krisis kemanusian dan sosial akibat dari pemakain teknologi yang tercerabut dari fungsi dan kegunaannya. Teknologi berasal dari pengetahuan dan ilmu pengetahuan, pengetahuan dan ilmu pengetahuan berasal dari filsafat. Krisis yang terjadi tentu berangkat dari pengetahuan, pengatahuan berasal dari persepsi yang ada dibenak. Sudah barangtentu permenungan permasalahan dibutuhkan sebagai upaya mencari solusi dari segala permasalahan yang terjadi, solusi yang berangkat dari sesuatu yang mendasar yaitu persepsi tentang hubungan manusia dan alam, manusia dan teknologi, manusia dan tuhan, manusia dan manusia, serta manusia dengan keseluruhanya.

[i] Gaarder, Jostein. 2013. Dunia shopie. Bandung : Penerbit Mizan. Hal 70-74

[ii] Russel,betrand.2016. Sejarah Filsafat Barat. Yogyakarta: Penerbit Pusataka pelajar. Hal 167

[iii] Rene descatres (1596-1650) disebut sebagai pendiri filsafat modern, pemikirannya banyak dipengaruhi oleh fisika dan astronomi baru, dia lahir dari seorang orang ayah yang berprofesi sebagai ketua parlemen inggris. Dia pernah belajar di universitas jesuit di la fleche,yang  banyak mempengengaruhi dalam bidang matematika dasar. Diapun pernah menjadi tentara untuk bertugas dibavaria, masa disela masa tugasnya sebagai tentara dia berhasil menghasilkan buku berjudul diskursus dan metode.

[iv] Bagus,lorens.2005. Kamus Filsafat. Jakarta: Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Hal 245

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s