Serpihan pancaroba

Buku

sejak senja membisik sejuta aroma

warna memilih diam dan bersembunyi

Di hitam pekat secangkir kopi yang selalu di seruput

Di Gulungan asap-asap rokok yang mengalir gemulai terseok-seok
Teknologi

saat hujan merayu senja

melukis kata penuh warna

Aku lupa dimana letakan jemuran

Aku lupa meninggalkan pesan

Hikayat Si-R(Uang)

Hari lalu gerombolan asap menyerbu

Bukan di pawon, bukan pula di warteg

Lalu, hasil pertandingannya tak begitu lama keluar

Ada menang kalah, namanya pertandingan

di umumkan secara langsung

Waktu itu, orang-orang tertidur

melepas penat, seharian beradu kuat

Bertarung berebut ruang

Ruang tidur, ruang makan, ruang kumpul

Ruang kerja, ruang-ruang lain

Si-R tanpa uang

Tidak bisa jadi ruang

Uang, uang, uang, uang

Si R selalu mencari uang

Biar bisa kawin jadi ruang

Mengeluarkan kebijakan demi uang

Membuat jalan demi uang

Menebang pohon demi uang

Membakar hutan demi uang

Nyetrum ikan demi uang

Membuang sampah dikali demi uang

Semua jenis kerja si-R demi uang

Jadi kalau

Longsor ya Karena uang

Banjir ya Karena uang

Kebakaran hutan ya Karena uang

Pokonya semua terjadi karena uang

Demi uang Karena uang

Ukuran, sebab dan akibanya jelas, uang.

Maka kalau air, api, udara, tanah

tak mau diam kehilangan ruangnya

Yang diambil Si-R terus menerus jadi ruang

Lalu memutuskan Ikut pertandingan, Ya wajar.

akhirnya mereka yang menang

Jadi longsor, banjir, kebakaran

Tapi Kemenanganya di bnamai bencana alam

Si-R menyebutnya azab Tuhan bukan kekalahan

Maka protes dan menangis biar kelihatan telah di curangi

Lalu di ulangi lah pertandingan.

Pare, 19 February 2017

#Sajak Burung

Pohon rimbun nan layu mencecap bau

mengelus tangis di subuh sahdu,

Lalu..

Sekawanan burung mencium tuli

di Riuh sipit pagi, bulan februari

berembun jerit dan tangis pertiwi

Udara mengkerut menempel di kaca jendela,

Ketika burung kepakan penuh manis,

Sayap-sayap senja yang tersisa,

Sembari menyibak luka, ukir kata pada ranting tua,

Menyimpannya sampai masak

Menanti hangat para pembawa berita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s