Benarkah ruang kita berganti?

Kanak-kanak, muda dan tua dalam perbendaharaan kata kita sehari – hari merupakan masa atau waktu manusia melakoni kehidupan. Berjenjang, dari sederhana sampai rumit, penuh Tanya sampai tanpa Tanya, tanpa takut sampai penuh takut, sedikit tanggung jawab sampai penuh tanggung jawab. Keberwaktuan dan keberjenjangan manusia membawa cerita kepada sudut pandang pertama menjadi kedua atau ketiga, alur dan latar kian mengembang dan meluas serta alur menjadi semakin tak teratur. munculnya Kerumitan dari naiknya gradien kehidupan mengambarkan bahwa manusia berbeda dengan makhluk lain, karena sejatinya memang manusia berbekal budi dan berhati nurani. Kebergantian hari demi hari membawa manusia pada pengingatan kembali, semakim bertambah isi akal, terbentuk semakim kompleks jaringan pengetahuan dan aneka pengalaman lintas masa. Masa kanak-kanak zaman ini di isi oleh genarasi digital, teknologi internet Dan kecepatan menjadi asupan sehari-hari. Kemampuan memahami laju gerak kehidupan didapat melalui kumpulan angka-angka dilayar kaca, melalui video, mesin pencari, sosial media, game online maupun offline. Generasi ini sekarang sudah tidak lagi membelai tanah, mengubahnya menjadi Mobil-mobilan atau peluru ketapel sebagia bekal menyusur pekarangan ataupun hutan mencari burung-burung atau mangsa lain, untuk ditangkap dan dirawat. Selepasnya melepas penat dengan menjeburkan diri ke kali merancang perahu dari gedebog pisang berlayar kesana kemarin secara begantian bersama kawan-kawannya, generasi ini tidak lagi menjamah senja, berkumpul di ruang terbuka berlari Dan berkejaran-kejaran memainkan permainan aneka rupa. Generasi hari ini sungguh malang, menjauh dari alam tak merasakan belaian kasih dan menyimpan kenangannya. Mereka berpindah, Benarkah mereka berpindah ke lain ruang atau tetap sama dalam satu ruang?

Masa kanak – kanak adalah waktu, segala yang berwaktu adalah ruang. Maka ia adalah ruang itu sendiri. Ruang merupakan entitas utama dalam eksistensi dan gerak kita guna melakoni hidup, ruang memungkinkan nampaknya sesuatu dari sesuatu yang lain, karena senyatanya waktu berasal dari ruang Dan ruang berkomposisikan jarak. Lalu memungkinkan gerak. Ruang berbanding lurus dengan gerak, dan gerakpun berkelindan bersama waktu. Namun manusia makhluk unik, paradoks, dan multidimensi. Ia dibekali kehendak memilih karena keberpunyaan akal, mampu membikin dan mempermainkan ruang. Fitrah manusia demikian itu membuanya selalu menyatu bersama perubahan, pun dengan tempat singgahnya sementara waktu beserta isi penyertanya. Segala sesuatu yang meruang senantiasa bergerak, manusia hidup dalam ruang, ia adalah bagian ruang dan juga meruang. sebagaimana orang bijak dari yunani mengatakan segala sesuatu senatiasa mengalami perubahan. Tapi hanya manusia, mahkluk dengan kemampuan mengolah ruang dan mempercepat atau memperlambat perubahan. 

Sebagaiman seno gumira adjidarma dalam ngabumi mengakatan bahwa “kecepatan waktu dapat dimentahkan oleh keterbukaan ruang, Sedangkan ruang menjadi tertutup atau terbuka bergantung dari kemampuan membaca ruang dan pembayangan atas suatu tindakan didalam ruang waktu saat melakukan pertarungan, sebenernya ruang mengikuti waktu Dan waktu mengikuti ruang karena Ruang sebesar waktu dan waktu sebesar ruang. Aku adalah tubuh didalam ruang yang bergerak dalam waktu. Apabila ruang waktu menyatu, tubuhku melebur sebagai gerak itu sendiri tanpa harus menggerakannya. gerak hanya digerakan oleh kehendak, tapi kehendak diluar keinginan dan tujuan, melainkan sekedar kehendak untuk bergerak sebagai bagian gerak semesta. Tubuhku hanya ada sebagai sarana gerak sahaja, ada atau tiada tubuhku , Ia mengada dalam gerak dengan segala ke-tak-bergerakanya.”  

Tetapkah kita beranggapan bahwa perubahan ruang disebabkan oleh selain manusia atau ruang?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s