Koran dan Kopi Pagi

Kopi pagi sudah diseduh sejak subuh tadi
Gerbang bagi asap-asap yang telah diistirahatkan

Untuk menari-nari gemulai menyelimuti waktu

kami duduk memeluk meja

milik warung dipinggir jalan

depan bangunan kami menetap yang memusuhi jalan

Suara berasap berhenti didepan kami tepat

Aroma si Bapak pembawa koran

Hadir kentara atas dorongan kabut senyap

Koran terbang bak cahaya melompat

Beralih tempat dan beriring

Bersama pudarnya aroma koran bercampur hitam asap.

Di lempar diatas meja oleh tangan rasa lain

Bergoyang kopi dalam cangkir,

Ke luar ke atas hendak meraihnya

Gairah mencarinya memuncak

Kawan yang sudah sekian lama perpindah tempat

Berterimakasih ia kepada rasa lain itu

Pencipta momen dan gelombang

Akhirnya ia dapat menilik dan merangkul pahit

Di luar cangkir, saat kabut masih menang bertarung asap hitam

Spring, 07 April 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s