Koalisi Ilmu Pengetahuan

IMG_20170630_230701_1.jpg

Buku karangan Prof.Dr.A.G.M Van Melsen terjemahan DR. K.Bertens, terbitan PT.Gramedia tahun 1985, tahun terbit dalam bahasa aslinya 1969, berjudul Ilmu Pengetahuan dan Tanggung Jawab Kita dalam terjemahan bahasa indonesia. Sunguh menggoda, sampulnya berwarna biru seolah mengindikasikan suatu aliran air, terus menerus mengarung, berkembang, merambah ke semua tempat dan membasahinya. Menyegarkan. Di era banyak ragam pengetahuan dan ilmu pengetahuan tersebar mengalir dimana-mana dan kemana-mana. Saling beradu, berebut, berkuasa satu sama lain. Merasa paling bermanfaat, tepat sasaran, cocok dan keren, kekinian.

Van Melsen, seorang pecinta ilmu pengetahuan, pastinya. Di belakang buku bersampul birunya itu, terselip himpunan kata-kata berkisah perihal hidupnya, mengisi sebagian di halaman akhir. Tertulis karangannya berjudul Teori Atom dan Masa Lampau Filosofisnya untuk memenuhi sarjana tingkat tiganya dan karangan-karangan perihal ilmu pengetahuan bertahun 1946 sampai 1983. Dari bahasan ilmu pengetahuan alam dengan alam, teknik, filsafat dan etika, pun perihal bahasan khusus antara evolusi dan filsafat.

Tidak diragukan lagi ketika Van Melsen kemudian meraba-raba seluk beluk ilmu pengetahuan, merenunginya sampai pada akhirnya ia memberanikan diri menggoreskan hasil permenungannya, dari kemunculan ilmu pengetahuan yang satu sampai merupa begitu banyak, keragaman ilmu pengetahuan beserta sebab-akibat dan tanggung jawabnya, penerangan ilmu pengetahuan yang teoritis maupun praktis, tujuan-tujuan dari semua ilmu pengetahuan dan berakhir pada kebijaksanaan ilmu pengetahuan dalam kehidupan, menjadi buku berhalaman 159.

Perjalanan manusia mengarungi kehidupan, mempertanyakan asal muasal, kebenaran, kondisi sosial politik, budaya, dan masalah-masalah lain manusia melakoni hidup telah berhasil ditemukan jawaban-jawabannya, di ikat penuh erat di wadah-wadah berbeda, di turunkan kepada manusia paska masanya hingga masa kini. Pengetahuan diramu dengan aturan-aturan, untuk memudahkan wilayah antara satu pengetahuan dengan pengetahuan lain, pengetahuan dengan aturan khas disebut ilmu.

Ilmu pengetahuan berasal dari satu rahim bernama filsafat beranak pinak, berkembang dan tumbuh menjadi indvidu-individu terpisah dan merdeka (aturan). Keterpisahan mengakibatkan proses lupa pada muasal dan tujuan. Ilmu pengetahuan adalah jalan mengenali diri sendiri (manusia) yang berbeda dengan yang lain, memahami kemanusiaan manusia sebagai mahkluk berfikir. Sebagaimana di tuturkan oleh Van Melsen hal di hal 5 “Ilmu pengetahuan bertujuan memperingatkan manusia bahwa selain makhluk alamiah – makhluk yang tersimpul dalam tata susunan alam – ia masih merupakan sesuatu yang lain, yaitu makhluk yang mengetahui tentang dirinya dan dengan demikian juga tentang perbedaanya dengan alam. ilmu pengetahuan bermaksud mendalami pengertian tentang diri manusia dan alam itu, supaya secara rohani manusia dapat sampai pada intinya.”

Ragam ilmu pengetahuan membawa pula kerumitan dan malapetaka. Ilmu pengetahuan saling sikut, berebut dan berkuasa satu sama lain. Tidak asing, ketika masa-masa SMA, kita berbondong-bondong berusaha sekuat tenaga mengisi kelas jurusan IPA. Dinarasikan bahwa IPA adalah terpenting dan terbaik bagi kehidupan selanjutnya. Secara tidak langsung terjadi proses peminggiran ataupun pelemahan akan IPS. Dalam bukunya C.P. Snow berjudul Dua Budaya dituturkan bahwa revolusi industri, di eropa maupun dunia, melahirkan pertentangan yang sengit antara komunitas sastra dan sains-teknologi, saling klaim paling unggul dan mulia. Ditambah lagi, telah banyak di wartakan abad ini bahwa kehancuran alam semakin menjadi-jadi, manusia semakin kehilangan kemanusianya, seperti pembunuhan, kesewenang-wenangan, perampokan, pemerkosaan dan perang dengan menggunakan teknolgi tercanggih.

Ilmu pengetahuan harus kembali pada kesadarannya, ia sebagai jalan manusia untuk menyadari dirinya dan jalinannya bersama alam, bekerja sama satu sama lain. “Semua ilmu dibutuhkan. Dan semua ilmu juga membutuhkan satu sama lain untuk dapat mencapai tujuan-tujuan umum, baik tujuan-tujuan yang menyangkut ilmu-ilmu teoritis maupun yang menyangkut ilmu-ilmu praktis.” Hal 138.  Van melsen pun mengurai sekaligus berpesan, bahwa ilmu pengetahuan adalah tanpa pamrih. “Sikap tanpa pamrih berarti membuka diri untuk kebenaran yang berasal dari saya. sikap tanpa pamrih berarti mempertaruhkan diri saya.” Hal 144. Sikap tanpa pamrih merupa rahim dari ilmu pengetahuan, filsafat, ia mencinta kebijaksanaan. Proses terus menerus mencapai bijak, membuka diri pada kebenaran dan mencintanya. Maka kesatuan seluruh ilmu pengetahuan harus didasarkan semangat awal untuk mengatasi segala kerumitan kehidupan. Saya rasa dan pikir seperti itu.

Iklan

2 thoughts on “Koalisi Ilmu Pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s