Sabda Kakek

Kakek ku pertarung tangguh. Ia berhasil mengalahkan ahli kemungkinan mana pun. Kemampuan probabilitasnya mumpuni dalam medan manapun. Ia adalah spekulan yang berani. Ia berani memperkirakan gerak alam. Ia tidak mengenal buku dan pena, hanya cangkul dan tanah dalam kamusnya. Tapi ia senantiasa membaca. Aku di ajak kesana, melanjutkan jejak dan ceritanya.

Iklan

Pidato Pak Lurah dan Pos Kampling

Aku harus kembali, ini bukan tanggung jawab ku. Hati ku berkata lain, ini perkara genting. Ada orang meminta tolong, ini menyangkut keamanan desa. Bukankah tugas bersama semua warga. Tidak, sudah ada pos kampling, jadwal menjaga telah terbagi. “Biarkan mereka yang berjaga yang melapor dan mempertanggungjawabkan kondisi malam ini”. Pikir ku.

Menulis Apa Adanya Menceritakan Realitas?

Kalau boleh menyebut, lebih tepatnya ini bukan buku kumpulan cerpen melainkan buku dokumentasi perjuangan belajar menulis. Bagaimana tidak? Setiap pertemuanya mahasiswana diwajibkan membaca tulisanya, lalu di bantai habis-habisan oleh si pendengarnya. “Ada jenis mahasiswa yang marah dan legowo menerima ketika kritik tanpa tedeng aling-aling keluar dari berbagai macam sudut ruang perkuliahan”. Tuturnya dalam pengantar. Ternyata selain memotivasi dengan memberi tugas menulis setiap pertemuan, ismail marahimin juga menciptakan ruang terbuka di mata kuliahnya.

Pagi lalu dan kini

Semenjak waktu merayu pulang. Aku terdiam lama sepanjang malam. Pagi bisiknya mulai pudar. Hanya senja yang akan kau lewatkan. Tanpa siang, pa