Menulis Apa Adanya Menceritakan Realitas?

Kalau boleh menyebut, lebih tepatnya ini bukan buku kumpulan cerpen melainkan buku dokumentasi perjuangan belajar menulis. Bagaimana tidak? Setiap pertemuanya mahasiswana diwajibkan membaca tulisanya, lalu di bantai habis-habisan oleh si pendengarnya. “Ada jenis mahasiswa yang marah dan legowo menerima ketika kritik tanpa tedeng aling-aling keluar dari berbagai macam sudut ruang perkuliahan”. Tuturnya dalam pengantar. Ternyata selain memotivasi dengan memberi tugas menulis setiap pertemuan, ismail marahimin juga menciptakan ruang terbuka di mata kuliahnya.

MEMBACA BUKU PERCAKAPAN BUKU

Buku adalah satu dari sekian banyak jalan manusia hari ini. Perjalanan menapaki masa-masa dalam kehidupan, masa lalu ataupun masa depan sudah pasti akan di ritualkan oleh mahkluk bernama manusia. Peritualan kehidupan merupakan usaha mengkaitkan antar fase kehidupan agar tidak berkelindan dalam berjalan. Membuka buku berarti beritual, mengeja daftar prestasi dan kegagalan umat manusia dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun, abad ke abad ataupun zaman ke zaman.

MENYEBAR BERITA MUSEUM MANGROVE

Ekowisata mangrove pandansari merupakan museum alam. Sebagaimana museum dalam pemahaman kita, penuh dengan koleksi-koleksi benda masa lalu, terkandung cerita didalamnya dan mempunyai keberkaitan dengan hidup kita hari ini. Begitupun ekowisata mangrove pandansari telah berhasil merekam bahwa keganasan alam ternyata dapat diajak bekerja sama membangun ekosistem tanpa harus memperkosanya atau menggunakan cara-cara kasar dan berdarah. Museum, dimana ketika kita masuk kedalamnya akan disuguhi kekentalan persahabatan mahkluk hidup penghuni bumi, antara kepiting, udang, ikan dan manusia, panorama ikan-ikan bertelur tanpa takut kehabisan makanan, kesetiaan pohon-pohon mangrove menjaga penghidupan dan tempat singgah manusia dari abrasi lautan, keceriaan mangrove menangkap CO2 dalam daya tampung yang besar untuk tetap menyejukan bumi, ketekunan manusia-manusia dalam berkomunikasi bersama alam.